Penyebab Mikhmon Selling Report Tidak Jalan & Solusinya di RosV7

Device Mode RouterOS: Penyebab Mikhmon Selling Report Tidak Jalan

Ketika Mikhmon V3 berhasil digunakan untuk login voucher tetapi Selling Report tidak bertambah, income tetap Rp0, dan user expired tidak terhapus, masalahnya belum tentu berada di file PHP seperti live report.php.

Pada kasus RouterOS 7.20.4 yang kita telusuri, penyebabnya justru ditemukan di Device Mode RouterOS. Script Mikhmon berhasil dipanggil ketika voucher login, tetapi berhenti saat mencoba membuat Scheduler karena fitur tersebut diblokir oleh Device Mode.

Hasilnya cukup khas: voucher bisa login, tetapi rangkaian proses setelah login seperti pencatatan transaksi dan expired tidak pernah selesai. Karena manusia memang suka mencari masalah di tempat yang paling kelihatan, live report.php sempat dicurigai lebih dulu. Ternyata satpamnya berdiri di pintu RouterOS.

Apa Itu Device Mode di RouterOS?

Device Mode adalah mekanisme pembatasan fitur pada RouterOS yang dirancang untuk membatasi akses terhadap konfigurasi atau fitur tertentu. MikroTik mulai menerapkan Device Mode secara default pada perangkat yang menjalankan RouterOS 7.17 atau lebih baru.

Device Mode memiliki beberapa mode, seperti:

  • home
  • basic
  • advanced
  • rose

Selain mode tersebut, beberapa fitur juga dapat dikontrol secara individual. Salah satunya adalah Scheduler.

Scheduler sendiri merupakan fitur RouterOS yang memungkinkan router menjalankan konfigurasi atau script secara otomatis berdasarkan waktu maupun interval tertentu.

Untuk Mikhmon, fitur ini menjadi penting karena Mikhmon menggunakan mekanisme Scheduler dalam beberapa fungsi Hotspot, termasuk proses pemantauan profile dan expired user. Source Mikhmon V3 sendiri menunjukkan bahwa Mikhmon membuat atau memperbarui /system/scheduler ketika User Profile menggunakan mode expired tertentu.


Kenapa Device Mode Bisa Membuat Selling Report Mikhmon Tidak Bertambah?

Ini bagian yang paling penting.

Selling Report Mikhmon pada dasarnya bukan tempat transaksi dibuat. Halaman laporan hanya membaca data yang sebelumnya sudah dicatat oleh mekanisme Mikhmon.

Gambaran sederhananya:

Voucher login
      ↓
Hotspot User Profile
      ↓
On Login Mikhmon
      ↓
Scheduler / Script
      ↓
Pencatatan transaksi
      ↓
Selling Report
      ↓
Income

Kalau script berhenti di tengah jalan, data transaksi tidak pernah dibuat.

Akibatnya:

Selling Report = 0
Income = Rp0

Padahal voucher sudah berhasil digunakan.

Kasus not allowed by device-mode

Pada RouterOS 7.20.4, error yang ditemukan saat voucher login adalah:

executing script from hotspot failed, please check it manually

(hotspot) failure: not allowed by device-mode
(/system/scheduler/add; line 11)

Pesan tersebut sangat penting karena menunjukkan lokasi kegagalannya secara langsung:

/system/scheduler/add

Artinya script Mikhmon mencoba membuat Scheduler, tetapi RouterOS menolak operasi tersebut karena Scheduler tidak diizinkan oleh Device Mode.

Dokumentasi MikroTik juga menjelaskan bahwa ketika fitur Scheduler dinonaktifkan oleh Device Mode, konfigurasi pada /system scheduler tidak diperbolehkan dan dapat menghasilkan pesan failure: not allowed by device-mode.


Hubungan Scheduler dengan Mikhmon

Scheduler bukan sekadar fitur tambahan yang bisa diabaikan ketika menggunakan Mikhmon.

Pada source Mikhmon V3, ketika User Profile menggunakan expired mode, Mikhmon dapat membuat Scheduler dengan parameter seperti:

/system/scheduler/add

Scheduler tersebut digunakan untuk menjalankan on-event yang menangani pemantauan profile.

Inilah mengapa satu fitur RouterOS yang diblokir dapat menyebabkan beberapa fungsi Mikhmon terlihat rusak sekaligus.

Alurnya bisa menjadi:

Voucher login
      ↓
On-login berjalan
      ↓
Mikhmon mencoba /system/scheduler/add
      ↓
❌ Ditolak Device Mode
      ↓
Script berhenti
      ↓
Proses berikutnya tidak selesai

RouterOS menjalankan perintah dalam script secara berurutan. Dokumentasi scripting MikroTik juga menjelaskan penggunaan Scheduler untuk menjalankan script dengan permission tertentu.


Cara Mengecek Device Mode RouterOS

Sebelum mengubah konfigurasi, periksa status Device Mode terlebih dahulu.

Buka Terminal MikroTik melalui WinBox, kemudian jalankan:

/system/device-mode/print

Perhatikan bagian:

mode:
scheduler:

Contohnya bisa terlihat seperti:

mode: home
scheduler: no

Kalau:

scheduler: no

maka Scheduler sedang tidak diizinkan oleh konfigurasi Device Mode.

Jangan langsung mengubah seluruh mode hanya karena melihat scheduler: no. RouterOS menyediakan pengaturan fitur secara individual, sehingga kita bisa mengaktifkan Scheduler tanpa harus mengacak-acak seluruh Device Mode.


Cara Mengaktifkan Scheduler di Device Mode

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan:

scheduler: no

gunakan:

/system/device-mode/update scheduler=yes

Perintah tersebut hanya meminta RouterOS mengaktifkan fitur Scheduler.

MikroTik menjelaskan bahwa perubahan Device Mode membutuhkan konfirmasi fisik, misalnya menekan tombol reset/mode atau melakukan cold reboot dengan memutus daya perangkat. Setelah perubahan dikonfirmasi, router akan melakukan reboot.

Jadi jika muncul pesan seperti:

update: please activate by turning power off or pressing reset or mode button

itu bukan error.

Matikan router dengan benar sesuai prosedur perangkat, hidupkan kembali, kemudian periksa:

/system/device-mode/print

Pastikan:

scheduler: yes

Kenapa Sebaiknya Tidak Mengubah Mode Secara Keseluruhan?

Misalnya lu menemukan bahwa router menggunakan:

mode: home

lalu tergoda langsung menjalankan:

/system/device-mode/update mode=advanced

Sebaiknya jangan buru-buru melakukan itu.

MikroTik menjelaskan bahwa ketika parameter mode digunakan dalam perintah update, konfigurasi Device Mode dapat diganti secara keseluruhan. Pengaturan fitur individual yang sebelumnya dibuat bisa ikut berubah atau hilang. Sebaliknya, jika hanya properti fitur tertentu yang diberikan, perubahan hanya diterapkan pada fitur tersebut.

Untuk kasus Mikhmon yang membutuhkan Scheduler, pendekatan yang lebih terarah adalah:

/system/device-mode/update scheduler=yes

Dengan begitu kita hanya mengaktifkan fitur yang memang dibutuhkan.


Setelah Scheduler Aktif, Apa yang Harus Dicek?

Jangan langsung menganggap masalah selesai hanya karena:

scheduler: yes

Lakukan pengujian dari awal.

1. Buat voucher baru

Gunakan User Profile yang memang dikonfigurasi melalui Mikhmon.

2. Login menggunakan voucher

Pastikan voucher berhasil login seperti biasa.

3. Periksa Log

Sebelumnya error yang menjadi petunjuk adalah:

not allowed by device-mode
/system/scheduler/add

Setelah Scheduler diaktifkan, error tersebut seharusnya tidak lagi menjadi penghalang.

4. Periksa System → Scheduler

Lihat apakah Mikhmon berhasil membuat Scheduler yang dibutuhkan.

5. Periksa System → Scripts

Pada konfigurasi yang menggunakan pencatatan transaksi, periksa apakah record transaksi mulai dibuat.

6. Periksa Selling Report

Jika transaksi sudah tercatat, Mikhmon seharusnya dapat membacanya untuk laporan penjualan.

7. Periksa Income

Pastikan:

  • income hari ini bertambah
  • income bulan ini bertambah

8. Uji expired

Gunakan voucher dengan masa aktif pendek.

Setelah masa aktif habis, periksa apakah user diproses sesuai konfigurasi expired Mikhmon.


Apakah live report.php Tetap Penting?

Tetap penting, tetapi jangan langsung menyalahkannya ketika data transaksi tidak ada.

live report.php berada di sisi pembacaan dan penyajian data. Kalau sumber data transaksi tidak pernah dibuat karena script RouterOS berhenti, file PHP tersebut tidak akan bisa menciptakan transaksi dari udara.

Hubungannya lebih mudah dipahami seperti ini:

RouterOS
   │
   │ membuat data transaksi
   ▼
System Script
   │
   │ dibaca melalui API
   ▼
Mikhmon
   │
   ▼
Selling Report

Kalau bagian tengah kosong:

RouterOS
   │
   X  tidak ada data transaksi
   │
   ▼
Mikhmon
   │
   ▼
Rp0

Karena itu, ketika troubleshooting Selling Report, cek dulu apakah data transaksi benar-benar sudah dibuat di MikroTik.

Mikhmon sendiri memiliki riwayat perubahan pada bagian live report dan mekanisme User Profile, sehingga versi source dan profile yang digunakan juga perlu diperhatikan. Dokumentasi repository Mikhmon mencatat adanya perbaikan live report, generate user, serta perubahan mekanisme expired pada beberapa versi.


Gejala Device Mode Scheduler Diblokir

Beberapa gejala yang patut dicurigai antara lain:

GejalaKemungkinan penyebab
Voucher bisa loginHotSpot utama masih berjalan
Selling Report tidak bertambahScript transaksi tidak selesai
Income tetap Rp0Tidak ada data transaksi yang terbaca
User expired tidak terhapusScheduler/expired process gagal
System Script tidak bertambahScript berhenti sebelum pencatatan
Log menunjukkan not allowed by device-modeFeature diblokir Device Mode
Error menunjuk /system/scheduler/addScheduler adalah titik kegagalan

Tentu gejala tersebut tidak selalu berarti Device Mode adalah penyebabnya. Error Log tetap harus menjadi bukti utama.


FAQ

Apakah Device Mode hanya ada di RouterOS 7?

Device Mode mulai diterapkan pada perangkat yang menjalankan RouterOS 7.17 atau lebih baru. Pada versi sebelum 7.17, perangkat menggunakan mode advanced/enterprise tanpa mekanisme Device Mode yang sama.

Apakah Scheduler wajib untuk Mikhmon?

Tidak semua fungsi Mikhmon secara mutlak membutuhkan Scheduler, tetapi beberapa mekanisme expired dan monitoring profile Mikhmon menggunakan /system scheduler. Karena itu, konfigurasi Scheduler yang diblokir dapat menyebabkan fungsi tertentu tidak berjalan.

Bagaimana cara mengetahui Scheduler diblokir Device Mode?

Jalankan:

/system/device-mode/print

Kemudian lihat properti:

scheduler:

Jika nilainya no, fitur Scheduler tidak diizinkan oleh konfigurasi Device Mode.

Apakah harus mengganti Device Mode menjadi Advanced?

Tidak selalu. MikroTik menyediakan pengaturan fitur secara individual. Untuk kasus yang hanya membutuhkan Scheduler, fitur tersebut dapat diaktifkan menggunakan:

/system/device-mode/update scheduler=yes

Perubahan kemudian perlu dikonfirmasi secara fisik atau melalui cold reboot.

Kenapa voucher tetap bisa login ketika Scheduler diblokir?

Karena HotSpot dan Scheduler adalah fitur yang berbeda. Device Mode dapat membatasi Scheduler sementara fungsi HotSpot tetap berjalan. Akibatnya autentikasi voucher bisa berhasil, tetapi script lanjutan yang membutuhkan Scheduler gagal. Dokumentasi Device Mode memang memisahkan kontrol fitur hotspot dan scheduler.


Kesimpulan

Jika Mikhmon V3 pada RouterOS 7.20.x mengalami masalah seperti Selling Report tidak bertambah, income tetap Rp0, atau proses expired tidak berjalan, jangan langsung mengubah live report.php.

Periksa dulu apakah script Mikhmon gagal ketika menjalankan:

/system/scheduler/add

Kemudian cek:

/system/device-mode/print

Jika:

scheduler: no

dan Log menunjukkan:

failure: not allowed by device-mode

maka Scheduler memang sedang diblokir.

Aktifkan hanya fitur yang diperlukan:

/system/device-mode/update scheduler=yes

lalu lakukan konfirmasi/reboot dan uji kembali Mikhmon.

Dalam kasus troubleshooting seperti ini, pesan error RouterOS jauh lebih berharga daripada menebak-nebak file PHP. Satu baris not allowed by device-mode ternyata bisa menjelaskan kenapa voucher terlihat normal sementara sistem di belakangnya berantakan. Manusia memang berhasil membuat sistem yang bisa login dengan sukses sambil diam-diam gagal di tiga tempat lain.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
Related Post
hotspot,mikhmon,mikrotik